Sunday, June 21, 2015

Ini Kelebihan Android Prosesor 64 bit


Dari Qualcomm, Intel sampai Samsung, semuanya mulai membuat prosesor 64 bit untuk ponsel. Prosesor jenis ini pun diprediksi akan semakin banyak lagi di masa depan.

Beberapa prosesor mobile yang sudah mendukung pemrosesan 64 bit, antara lain Qualcomm Snapdragon 810, 610 dan 615, Nvidia Tegra K1, Intel Atom ‘Merrifield’ Z3480, dan Mediatek MT6732.

Smartphone Android yang menggunakan prosesor 64 bit memiliki kemampuan pemrosesan lebih tinggi ketimbang 32 bit. Efek kemampuan pemrosesan itu pun berpengaruh pada pengalaman yang diperoleh pengguna smartphone. Sehingga sebelum memutuskan pilihan, ada baiknya mempertimbangkan enam hal berikut ini:

1. Kinerja tinggi, baterai hemat

Kinerja serta konsumsi daya merupakan salah satu alasan utama memilih ponsel berprosesor 64 bit. Contohnya, prosesor yang menggunakan arsitektur ARMv8 terbaru lebih efektif, efisien, dan dapat bergerak cepat ketika dipakai mengambil dari dari RAM ponsel.

Artinya mulai dari user interface (UI) hingga aplikasi-aplikasi akan menjadi lebih responsif, grafis lebih baik serta video 4K dapat diputar lancar.

2. RAM lebih besar

Prosesor 32 bit bisa menangani memori RAM hingga 4 GB. Sedangkan prosesor 64 bit bisa menangani RAM yang jauh lebih besar.

Soal RAM ukuran besar memang belum begitu penting bagi aplikasi yang ada sekarang. Tapi ke depannya, akan ada layar ultra high definition (UHD) ukuran jumbo, multitasking yang lebih berat, sampai streaming video 4K. Semua hal itu akan berjalan lebih lancar menggunakan proseor 64 bit.

3. Aplikasi lebih cepat

Google mengoptimalkan Android 5.0 Lollipop untuk prosesor 64 bit, termasuk menyematkan Android Runtime (ART) terbaru. Ponsel Android Lollipop yang menggunakan prosesor 64 bit bakal punya kinerja lebih kencang, meskipun aplikasi yang dipakai belum dioptimalkan untuk arsitektur tersebut.

4. Lebih aman

Soal keamanan pada prosesor 64 bit berkaitan dengan enkripsi dan dekripsi. Enkripsi berarti proses pengamanan sebuah informasi di dalam suatu perangkat, sedangkan dekripsi adalah proses membuka kunci yang dipasang pada suatu informasi.

Enkripsi maupun dekripsi sama-sama bergantung pada kemampuan matematika. Dengan demikian, prosesor 64 bit yang mampu menangani algoritma lebih rumit dapat dikatakan lebih aman dibanding prosesor 32 bit.

5. Banjir ponsel 64 bit

Akhir tahun 2015 ini diprediksi bakal ada lebih banyak ponsel Android yang menggunakan prosesor 64 bit. Bukan cuma ponsel mahal, ponsel low end yang dibanderol murah pun akan mengadopsinya. Sebagai gambaran, vendor gadget Huawei berniat untuk membuat prosesor 64 bit sendiri, dan MediaTek juga mulai mengadopsi arsitektur 64 bit juga.

sumber : AndroidPit

Wow !! Wanita Indonesia Nikahi Pendiri Facebook


Rencana pernikahan salah satu pendiri Facebook, Eduardo Saverin, dengan gadis keturunan Indonesia-Tiongkok, Elaine Andriejanssen, menjadi obrolan hangat. Pasalnya, Saverin sebelumnya dikenal dekat dengan beberapa perempuan. Salah satunya ialah Miss Universe Singapura Rachel Kum.

Lalu, apa yang membuat Saverin menambatkan pilihannya kepada Elaine? Bagaimana pula awal kisah asmara mereka? Berikut pembahasannya yang dirangkum KompasTekno dari berbagai sumber.

Saverin (33) dan Elaine (31) pertama kali bertemu saat keduanya menempuh pendidikan di Massachusetts, Amerika Serikat. Saverin adalah mahasiswa Harvard University, sementara Elaine berkuliah di Tufts University, AS.

Tak ada yang spesial dari perkenalan mereka kala itu. Keduanya disibukkan dengan ambisi remaja yang bergelora untuk mengejar impian.

Saverin menghabiskan waktu untuk menggodok idenya menciptakan Facebook bersama Mark Zuckerberg. Sementara itu, Elaine fokus menekuni dunia ekonomi yang akhirnya membawanya kembali ke Singapura. Nah, di "Negeri 1.001 Larangan" itulah keduanya reuni.

Diketahui, Saverin memiliki minat yang besar pada pengembangan startup. Pria asal Brasil ini berinvestasi pada beberapa perusahaan rintisan digital, seperti 99.co dan RedMart. Berada pada satu jalur, Elaine bekerja sebagai analis riset kuantitatif di perusahaan investasi global, Franklin Templeton.

Jodoh memang tak lari ke mana. Dari sekadar nostalgia teman lama, mereka disatukan pada lingkaran bidang yang sama dan sampai akhirnya memutuskan menjalin asmara.

Ada yang mengatakan, Elaine beruntung bisa memenangkan hati miliarder sekelas Saverin. Bagaimana tidak, rekan Zuckerberg itu masuk dalam jajaran penduduk terkaya Singapura. Ia juga pemegang 53 juta lembar saham Facebook yang nilainya mencapai 5,1 dollar AS atau setara Rp 67 triliun.

Namun, menurut orang dekat pasangan tersebut, Saverin pun beruntung bisa memiliki Elaine. "Ia perempuan yang menyenangkan, sederhana, dan cerdas," begitulah lingkaran dalam mereka mendeskripsikan calon ibu anak-anak Saverin.

Sumber tersebut juga mengungkap, keluarga Elaine menjalankan beberapa bisnis di Indonesia. Walau berasal dari kalangan sugih (berada), Elaine jauh dari predikat sombong. 

"Dia stylish dengan perilaku yang membumi. Dia memperlakukan orang dengan sangat manis. Kami sering berdiskusi serius tentang isu ekonomi dan bisnis,'' kata sumber itu lagi.

Saverin dan Elaine telah bertunangan sejak 27 Maret 2014. Hal ini diketahui dari status hubungan pada akun Facebook Saverin.

"Saya bertunangan dengan cinta dalam hidup saya. Saya sangat bersemangat untuk hidup selanjutnya yang penuh petualangan, kebahagiaan, dan kesehatan,'' kata Saverin dalam status yang diunggah tanggal 28 Maret atau sehari setelah pria tersebut mengganti statusnya.

Walau sudah bertunangan sedari tahun lalu, hajatannya baru diselenggarakan pada Mei 2015 di Mulia Resort & Villas Bali. Selanjutnya, menurut sumber terpercaya, Saverin dan Elaine akan melangsungkan pernikahan di Perancis pada bulan depan. 

"Mereka menutup acaranya hanya untuk para tamu hingga waktu-waktu terakhir. Mereka tak ingin terpublikasi,'' kata sumber terpercaya.

sumber : kompas.com

Blackberry Luncurkan Smartphone Android Agustus?


Rumor yang menyebut BlackBerry bakal membuat smartphone berbasis sistem operasi Android kian santer. 

Jika sebelumnya smartphone Android BlackBerry dikabarkan Reuters akan dirilis pada akhir 2015, maka rumor terbaru menyebutnya bakal dirilis lebih cepat dari perkiraan.

Situs N4BB mengatakan bahwa perangkat Android BlackBerry dengan nama sandi "Prague" bakal dirilis pada bulan Agustus mendatang. Smartphone tersebut ditujukan bagi kelas low-end dengan spesifikasi rendah.

"Prague akan menkadi smartphone (Android) low-end BlackBerry dengan bentuk menyerupai Z3," 

Selain itu, N4BB juga menyebut varian Android BlackBerry lain dengan nama sandi "Venice" yang kabarnya bakal diluncurkan pada November mendatang.

Berbeda dari Prague, Venice lebih ditujukan untuk kelas menengah dengan spesifikasi layar lengkung 5,4 inci resolusi Quad HD, dan prosesor enam core Snapdragon 808.

Ponsel BlackBerry saat ini menjalankan runtime Android 4.3 yang memungkinkan penggunanya menjalankan aplikasi robot hijau itu di atas sistem operasi BlackBerry 10. Namun hal tersebut membatasi penggunanya dari akses toko aplikasi Google Play Store, sehingga dukungan aplikasi yang dipasang hanya sedikit.

Baik pihak BlackBerry maupun Google masih bungkam ihwal rumor BlackBerry menggunakan platform Android ini.

"Kami tidak berkomentar terhadap rumor dan spekulasi, tetapi kami akan tetap berkomitmen kepada sistem operasi BlackBerry 10, menghadirkan keuntungan keamanan dan produktivitas yang tidak tertandingi," tulis juru bicara BlackBerry.

Sumber: N4BB